Halo blog! Maaf nih jarang nulis-nulis. Nyari semangat untuk nulis lagi disela-sela kesibukan memang agak susah. Waktu luang biasanya saya pakai untuk lebih banyak bercengkrama dengan keluarga atau belajar hal baru. Jadi sedikit deh cerita-cerita di blog. Btw, sekarang saya sedang di jalan tol, dalam arah pulang, setelah berkunjung ke Bandung lho. Lagi nyobain hal baru yaitu nulis sambil dalam perjalanan. Kali aja dapat inspirasa, eh inspirasi deng. So, sebetulnya ini bukan kali pertama saya ke Bandung. Ya..... secara saya kan dulu kuliah di Bandung. Jadi Bandung itu udah berasa kota tempat saya tinggal sejak lama. Bandungnya sendiri tetap Bandung ya mirip seperti terakhir kali saya datang ke sini. Hehe, kan baru bulan April lalu. Bedanya dikit lah ya. Masih lebih adem dibanding kota Tangsel, tapi saat weekend begini lebih macet karena jalanannya sempit sementara kendaraan yang lewat banyak. Yang ngebedain adalah dalam perjalanannya. Saya baru tau kalau ada gerbang tol baru, yaitu sa...
Hei Madski Traveling! Ini kisah saya sewaktu mengikut acara Technopreneur Fest 2017. Sangat bermanfaat menurut saya, jadi saya share di sini ya. -------------------------- Sesuai himbauan panitia, saya hadir sekitar 07.30-08.00. Saya masuk gedung Pos Indonesia, lalu naik ke lantai 8. Keluar dari lift, terlihat ada tulis "Ruang Edelweis" dan suasana sangat ramai. Saya berpikie sejenak, "lho acaranya rame banget. Terus kok yangjaga pakai blazer hijau-hijau ya. Tiba-tiba ada 2 orang, sepertinya panitia acara, minta saya untuk memberi kesan pesan untuk acara "kesehatan". Wah, ternyata saya salah masuk acara. Seharusnya saya masuk ke "Ruang Raflessia" di samping nya. Oke gak papa, toh mereka gak kenal saya hahaha. Singkat cerita, saya melewati registrasi+ambil seminar kit+ambil snack lalu duduk manis. Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Bambang (Perwakilan Rektorat ITB), Rifqi (ketua acara), Azmi (Ketua TEC ITB), dan Mbak Ertati (Perwakilan LPIK I...
Hak milik: https://fachmycasofa.com/bagaimana-saya-menulis-buku-habibie-tak-boleh-lelah-dan-kalah/ Penulis: Fachmy Casofa Tahun Cetak: Februari 2014 Penerbit: Penerbit Tiga Serangkai "Siapa lagi yang diharapkan membangun bangsa Indonesia menjadi masyarakat makmur, adil, sejahtera, dan tenteram jikalau bukan anak bangsa". Itulah kalimat yang pertama kali muncul setelah kita buka halaman muka. Sementara itu, jika buka dari halaman belakang, pembaca akan disuguhi kalimat inspiratif: "Apa yang membuat saya begitu mencintai Indonesia, sehingga berani meninggalkan karier di Jerman adalah karena proses pembudayaan yang diberikan oleh orang tua saya dan keyakinan bahwa jikalau bukan 'anak bangsa' yang membangun Indonesia sesuai UUD, jangan harapkan orang lain membangunnya." Buku ini bersampul putih elegan dengan Eyang Habibie sebagai model. Huruf cetak yang digunakan cukup memanjakan pembaca. Ratusan foto yang disematkan juga membawa pembaca larut dala...
Comments
Post a Comment
Beri komentarmu di sini ya.