Halo sobat Madski Traveling! Selamat menyimak kisah perjalanan kami ke Yogyakarta ya!
Bulan Januari 2017 lalu, aku bersama kawan-kawan pergi berlibur ke Yogyakarta
dan sekitarnya. Aku pergi selama 3 hari 2 malam, mengunjungi
tempat-tempat yang sangat indah. Bukan hanya melihat pemandangan yang indah,
aku juga belajar sejarah dan filosofi dari setiap tempat yang dikunjungi.
Dalam posting ini,
aku akan memaparkan destinasi liburanku (itinerary) selama di Yogyakarta. Aku akan sebutkan
nama-nama tempatnya beserta hal apa yang bisa didapat kalau berkunjung ke sana.
Karena aku merasa manfaatnya bagus, aku ingin berbagi denganmu, barangkali kamu
tertarik untuk mencobanya. Tanpa berlama-lama, yuk langsung cek ke bawah.
Hari ke 1
1. LAVA
TOUR MERAPI
Wisata ini terletak
di lereng Gunung Merapi, dapat dicapai melalui Kaliurang. Wisata lava tour ini
muncul setelah terjadi erupsi Gunung Merapi tahun 2006 dan 2010. Hujan abu
vulkanik, awan panas, dan lahar dingin menerjang kawasan lereng hingga status
"awas" 20 km di beberapa wilayah diberlakukan. Erupsi tersebut
merusak rumah-rumah warga serta harta bendanya, dan di tahun 2010 menelan
korban tewas sejumlah 277 orang (sumber : Pemerintah Kab. Sleman, 2010). Rumah dan harta benda yang
rusak, material vulkanik yang membeku, dan hingga tulang belulang menjadi bukti
kekuatan erupsi Gunung Merapi ini. Bukti-bukti inilah yang kemudian hari
dijadikan objek wisata. Objek wisata ini dikelola oleh warga setempat
(berdasarkan tanya-jawab kepada pengemudi Jeep).
 |
| Jeep yang kami naiki |
Dalam Lava Tour ini,
ada beberapa jenis rute yang bisa kita pilih. Biasanya terbagi ke rute short, medium, dan long dengan jumlah destinasi dan harga yang
berbeda. Aku dan kawan-kawan memilih rute short, dengan biaya sebesar Rp350.000,- per
Jeep (isi 5 orang termasuk pengemudi). Destinasinya
adalah rumah yang dijadikan museum, Batu Alien, dan Bunker Kaliadem.
 |
| Rumah musem letusan Merapi |
Rumah museum ini
merupakan rumah warga yang rusak namun masih terlihat bentuknya. Didalamnya
terdapat foto-foto sebelum dan sesudah erupsi Gunung Merapi tahun 2006 dan
2010. Dipajang pula harta benda warga yang rusak (pecah, meleleh) seperti jam
dinding, panci, sepeda motor, dan bendera Merah Putih. Ada pula tulang belulang
sapi yang disusun kembali agar terlihat bentuknya. Bisa dibayangkan bagaimana
rumah serta harta benda tersebut rusak akibat awan panas dan material vulkanik.
Setelah selesai di
rumah museum, kami diantar ke Batu Alien. Konon katanya, batu ini memiliki
bentuk seperti muka. Lokasinya berupa lapangan yang luas, mendaki naik dan
turun. Dari lapangan tersebut, terlihat Gunung Merapi gagah berdiri jauh
di sana. Jika kita melihat ke bawah sungai (bekas jalur lahar dingin), ada
banyak truk yang mengangkut pasir. Pasir tersebut digunakan untuk
pembangunan.
 |
| Di depan Gunung Merapi |
Puas melihat batu
alien dan berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke Bunker Kaliadem. Berdasarkan
cerita Mas Pengemudi, bunker ini sudah tidak digunakan sejak erupsi 2006.
"Waktu itu, ada korban tidak selamat. Terjebak di bunker tersebut."
tutur Mas Pengemudi. Pengunjung diperbolehkan masuk ke bunker, melihat kondisi
di dalamnya. Setelah itu, aku dan kawan-kawan naik ke atas bunker untuk
menikmati pemandangan Gunung Merapi dari jarak dekat. Kondisi awan yang tipis
membuat pemandangan Gunung Merapi menjadi sangat menakjubkan! Kalau sudah puas
memandangi Gunung Merapi, putar badan 180 derajat. Lihatlah pemandangan langit
dan dataran rendah di sana, sangat indah dan sayang untuk dilewatkan.
 |
| Takjub guys! |
2. MUSEUM ULLEN
SENTALU
Setelah
bergoyang-goyang melewati jalanan Lava Tour, sempatkanlah untuk mampir ke
Museum Ullen Sentalu. Secara umum museum ini menunjukkan kebesaran budaya
Jawa dan dinastinya, seperti Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta,
Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman. Informasi-informasi di
museum ini disampaikan melalui media yang menarik, contohnya berupa lukisan
naratif dan benda-benda peninggalan. Ada banyak benda peninggalan seperti surat
cinta, pakaian kerajaan, dan foto-foto jaman dahulu. Semua benda peninggalan
dijaga dengan baik dalam ruangan ber-AC dan silica gel. Untuk
mengikuti tur, masing-masing orang membayar Rp30.000,-.
 |
| Tiket masuk Ullen Sentalu |
Kunjungan kami ke
sana disambut oleh kurator yang akan memandu selama mengelilingi museum.
Kurator akan menjelaskan cerita dari setiap gambar dan benda-benda peninggalan.
Selain itu, filosofi dari tiap benda juga tak kalah menarik. Kurator seolah
menggambarkan bagaimana Kebudayaan Jawa sangat memperhatikan arti dari motif
batik dan cara berpakaian. Dari penjelasan kurator, bisa terbayang bagaimana
kejadian-kejadian di masa lalu. Kami seolah-olah dimasukkan ke dalam kehidupan
pangeran, putri raja, dan terbayang kuatnya kebudayaan Jawa di masa lalu. Tak lupa kami berfoto dibawah replika dinding Candi Borobudur yang dipasang miring untuk menggambarkan keprihatinan atas pemuda jaman sekarang yang lupa akan budaya.
 |
| Ini nih replika Candi Borobudur-nya |
3. ALUN-ALUN
& KERATON YOGYAKARTA
Di wilayah Keraton
Yogyakarta ada dua Alun-alun, yaitu Alun-alun Lor (utara) dan Alun-alun kidul
(selatan). Di alun-alun terdapat 64 pohon beringin, dengan 2 pohon di
tengahnya. Kedua pohon ini keberadaannya mencolok, karena berada di tengah
lapangan yang luas. Di sekitar alun-alun biasanya terdapat pedagang kaki lima,
tukang becak, dan banyak turis domestik maupun asing. Pedagang kaki lima
menjajakkan makanan khas Yogyakarta, seperti wedang ronde, maupun makanan yang
umum kita temui, seperti roti bakar, nasi goreng, dan mie instan. Di malam
hari, ada sepeda mobil (yang harus digowes supaya bisa jalan) yang bisa dinaiki
oleh 4-5 orang. Harganya bervariasi, kamu harus pintar bernegosiasi supaya
dapat harga terbaik. Bawa baju ganti kalau gak mau basah karena keringat.
 |
| Bagus ya hiasannya |
Untuk masuk ke
Keraton Yogyakarta kita perlu membayar tiket masuk sebesar Rp5.000,- (ditambah
Rp1.000,- per kamera yang dibawa). Supaya kunjungan menjadi bermanfaat, jangan
lupa untuk meminta didampingi kurator. Kuratornya adalah abdi dalem keraton.
Dia akan mengantar kita mengelilingi museum untuk melihat-lihat pakaian
kerajaan, mendatangi tempat-tempat penting, foto-foto terdahulu yang sengaja
dipajang di satu ruangan, hingga tiang-tiang penyangga keraton yang punya
makna. Kurator akan menjelaskan maksud dari tiap hal tersebut. Tak lupa dia
akan menawarkan kita untuk berfoto di beberapa lokasi utama.
 |
| Ini salah satu bagian dari Keraton Yogyakarta |
Hari ke 2
4. CANDI PRAMBANAN
Candi ini merupakan
kompleks candi agama Hindu terbesar di Indonesia. Ada 240 candi di
sini, dengan 3 candi terbesar berada di bagian tengah kompleks Candi Prambanan.
3 candi tersebut adalah Candi Visynu, Candi Siwa, Candi Brahma. Kalau melihat
relief pada candi-candi tersebut, ada kisah tentang Ramayana. Baca gambarnya
searah jarum jam untuk memahami kisahnya. Saat ini Candi Prambanan termasuk
dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
 |
| Itu dia Candi Prambanannya! |
Saat aku dan
kawan-kawan berkunjung, tepatnya di siang hari akhir pekan, suasana ramai
tapi tidak padat. Kami bisa berkeliling kompleks dan berfoto secara leluasa.
Kami bisa masuk ke dalam candi untuk melihat patung yang ada di dalamnya. Jika
ingin mendapat informasi singkat tentang kompleksnya, ada papan penjelasan yang
cukup besar di gerbang masuk.
 |
| Panduan dan himbauan bagi pengunjung |
Supaya mengetahui
sejarahnya lebih dalam, jangan lupa untuk mengunjungi Museum Prambanan.
Informasi mengenai sejarah Candi Prambanan disajikan secara berurutan. Kita pun
diberi tahu bagaimana cara candi-candi tersebut dibuat. Di akhir pameran, ada
gambar-gambar Candi Prambanan sebelum dipugar (abad 20) dan kondisi kompleks
Candi Prambanan setelah terjadi gempa tahun 2006. Untuk melengkapi pengetahuan
kita, ada baiknya untuk masuk ke ruang audiovisual. Akan ada video tentang
sejarah Candi Prambanan, disajikan secara singkat dan padat tetapi ringan untuk
dipahami.
 |
| Musem Prambanan |
5. CANDI RATU BOKO
Berbeda dengan Candi
Prambanan yang letaknya di dataran rendah, Candi Ratu Boko terletak di bukit.
Tepatnya di antara dua Dukuh, yaitu Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu,
Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Indonesia. (Wikipedia Indonesia)
 |
| Gerbang Candi Ratu Boko |
Secara kasat mata,
Candi Ratu Boko merupakan kompleks candi yang digunakan untuk kehidupan
bermasyarakat. Saat aku dan kawan-kawan masuk ke dalam kompleks, kami melewati
tumpukan batu yang mirip sebuah gerbang terlebih dahulu. Setelah melewati
gerbang tersebut, lapangan rumput berwarna hijau terhampar luas. Lapangan
rumput ini boleh dipakai untuk duduk maupun diinjak. Di samping kiri gerbang,
terdapat Candi Pembakaran. Konon katanya candi ini digunakan untuk pembakaran
di zaman dahulu, namun masih diragukan.
Kalau kita
menjelajah kompleks lebih jauh, kita akan menemukan Pendopo Ratu Boko. Aku
tidak tahu harus mendeskripsikannya seperti apa, hanya saja dapat dilihat bahwa
ada panggung di dalamnya. Dari atas panggung, kita bisa melihat pemandangan
yang bagus berupa gunung dan tanaman berwarna hijau.
 |
| My Jogja squad |
Supaya kunjunganmu
lengkap, jangan lewatkan sunset di
gerbang. Siapkan posisi dengan duduk di lapangan rumput, dan pemandangannya
akan menakjubkan. Sayang sekali aku dan kawan-kawan tidak mendapatkannya karena
cuaca sedang mendung saat itu.
 |
| Foto ala-ala :D |
Hari ke 3
6. KEBUN BUAH
MANGUNAN
Kalau membaca
namanya, terbayang sebuah kebun penuh dengan buah. Pohonnya berjejer rapi,
dengan buah-buahan yang bisa dipetik. Saat aku dan kawan-kawan ke sana,
ternyata tidak ada buahnya.
"Loh, terus ada apa?"
Walaupun tidak ada
buah-buahan, tapi ada lautan(?). Lautan awan!
 |
| Pemandangan dari Kebun Buah Mangunan |
Kebuh Buah Mangunan
terletak di perbukitan dekat Hutan Pinus Asri, tepatnya di Jalan Mangunan,
Dlingo, Bantul. Perjalanan dari pusat kota Yogyakarta ditempuh dalam waktu 1
jam. Dari Kebun Buah Mangunan ini, kita dimanjakan oleh pemandangan yang
cantik. Ada perbukitan, lembah yang terjal, sungai yang mengalir, awan yang
seperti lautan, dan kota Yogyakarta. Letaknya di atas bukit membuat kebisingan
kota tidak terdengar. Cocok sekali untuk melepas penat!
 |
| Rasakan kesegarannya! |
Lokasi foto yang
keren biasanya ramai oleh wisatawan. Oleh karena itu, kalau sudah selesai ambil
foto, ada baiknya cari gazebo dan duduk-duduk di sana. Suara gemerisik daun
yang bergoyang dan burung-burung yang berkicau membuat suasana semakin khidmat.
Untuk menikmati
pemandangan seperti ini kita perlu merogoh kocek sebesar Rp5.000,- per orang.
7. TAMAN SARI
Sekilas kalau kamu
masuk ke dalam Taman Sari, mungkin terlintas di pikiran "Ini kolam
renang?". Yak, berdasarkan penuturan Kurator kami, Taman Sari adalah
tempat mandi dari keluarga Sultan Hamengkubuwono 1. Aku dan kawan-kawan
berkesempatan untuk melihat kolam mandi, ruang pakaian, ruang penjaga, ruang
dapur, dan ruang istirahat. Kurator selalu menjelaskan filosofi dari bentuk
kolam, ukiran di dinding dan atap, bentuk ruangan, hingga bentuk sumur.
 |
| Kolam di dalam Tamansari |
Sayang sekali karena
saat itu 10 menit menuju waktu tutup, kami tidak bisa menjelajah kompleks Taman
Sari secara keseluruhan. Dan sayangnya lagi, aku lupa harga tiket masuknya berapa.
Jadi, itulah
tempat-tempat yang aku dan kawan-kawan kunjungi selama berlibur di Yogyakarta. Buat kamu yang
penasaran, langsung angkat tas dan pergi berlibur ke sana. Semoga informasi di sini membantumu menyusun rencana perjalanan ya. Selamat berlibur!
Comments
Post a Comment
Beri komentarmu di sini ya.